Makalah AIDS

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang.
AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) merupakan sekumpulan gejala yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia setelah sistem kekebalan tubuhnya dirusak oleh virus yang disebut HIV. AIDS merupakan salah satu penyakit infeksi menular seksual. Sebagaimana pada penyakit menular seksual lainnya, AIDS menyerang pada semua tingkat umur dan merupakan suatu penyakit yang berbahaya. Dikatakan demikian karena ia dapat menyerang siapa saja tanpa kecuali. Belum ada vaksin atau obat yang bisa membunuh virus HIV, adanya window period dan merupakan fenomena gunung es.
Pada akhir tahun 2000, sebanyak 36,1 juta orang diseluruh dunia mengidap HIV atau AIDS. 90%-nya terdapat di negara-negara yang sedang berkembang, seperti Indonesia. Di Indonesia infeksi HIV atau AIDS sudah merupakan masalah kesehatan yang memerlukan perhatian. Menurut Dirjen P2M atau PLP jumlah HIV atau AIDS pada tahun 1999 sebanyak 783 orang dan meningkat pesat sampai dengan 31 Maret 2002 sebanyak 2876 kasus dengan rincian 2187 terinfeksi HIV dan 689 kasus AIDS.
Melihat kenyataan tersebut, maka peran perawat harus ditujukan untuk mengatasi masalah ini, antaranya, dengan memberikan asuhan keperawatan pada orang yang terinfeksi HIV/AIDS .Dan juga perawat berperan sebagai penyuluh dan pendidik bagi golongan yang beresiko terhadap HIV/AIDS.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana HIV/AIDS itu?
C. Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui bagaimana HIV/AIDS tersebut.
D. metode penulisan
Metode yang digunakan oleh penulis adalah metode kepustakaan.





BAB II
TINJAUAN TEORITIS

A. Pengertian.
 HIV (Human Immunodeficiency Virus) yaitu virus yang menyerang/merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang kemudian dapat menimbulkan AIDS.
 AIDS (Acquired Immunodeficiency Virus) adalah sekumpulan keadaan klinis yang merupakan akibat akhir dari infeksi HIV.
Atau kumpulan suatu gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh.

B. Etiologi.
Penyebab utama AIDS adalah infeksi oleh virus yang dinamakan HIV. Virus ini termasuk dalam famili retroviridae.

C. Fase - Fase Pada Infeksi HIV Dan Aids.
Fase Lamanya fase Antibodi dapat diketahui Gejala Dapat ditransmisi
Window periode 4 minggu - 6 bulan setelah infeksi Tidak Tidak ada Ya
Acute primary HIV infection 1-2 minggu Mungkin Seperti sakit flu Ya
Infeksi HIV asymptomatic 1-15 tahun atau lebih Ya Tidak ada Ya
Suppresi imun symptomatik Diatas 3 tahun Ya Deman, keringat dimalam hari, BB hilang, diare, neuropaty, keletihan, rash, lympadenopaty, berpikir lambat, lesi oral. Ya
AIDS Variable: 1-5 tahun dari kondisi AIDS terdefenisi/pasti Ya Infeksi oportunistik berat, dan tumor pada beberapa sistem tubuh, manifestasi neurologis Ya
D. Patofisiologi.
HIV merupakan retrovirus manusia, karena mempunyai kemampuan yang unik dalam mengubah RNA menjadi DNA dengan menggunakan enzim yang disebut Reservse Transcriptase. Retrovirus, apabila menginfeksi sebuah sel, mampu menggabungkan genome virus kedalam genome sel. Perubahan ini menyebabkan sebuah sel tidak normal, salah satunya bahwa tidak dapat menunjukkan fungsinya secara baik. Ada waktu yang sama, sel ini apabila diaktifkan dan memperbanyak diri, dapat menghasilkan virus yang lebih banyak.
HIVditularkan/ditransmisikan melalui kontak seksual, lewat darah atau produk darah dan ibu-ibu ke bayinya. Seorang yang mempunyai hubungan seksual dengan orang terinfeksi mempunyai resiko yang besar mendapat infeksi HIV. HIV tidak ditransmisikan melalui kontak yang biasa di rumah, sekolah atau tempat kerja. Meskipun demikian, virus dalam jumlah yang kecil dapat diisolasi dari salilva, ciuman, pemakaian gelas yang berpindah-pindah dan aktivitas lain yang mana saliva merupakan bagian pelindung yang tampak. Dalam kenyataannya, ada beberapa fakta yang mengatakan bahwa enzim yang terdapat dalam saliva mempunyai kemampuan untuk menonaktifkan HIV.
Retrovirus HIV mempunyai kesukaan pada sel - sel tertentu dalam sistem imun, seperti T4 atau CD4. T4 lymphocyte disebut juga sel kelper inducer. Sel ini memegang peranan penting dalam kekebalan sel mediated dan berfungsi sebagai “konduktor” pada ovkes imun dengan mengirim signal inducemen ke bagian lain pada sistem imun. Orang yang menderita HIV yang sel T4 terinfeksi tidak dapat melakukan fungsisecara adekuat, tidak dapat mengirim signal inducement secara baik dan memberikan malfungsi yang berlebihan pada semua sistem imun. Sel T4 yang terinfeksi dihancurkan secara ultimate oleh HIV dan mengakibatkan :
1. Lymphocytopenia.
2. Fungsi sel T abnormal.
3. Pollyclonally diaktifkan sel B yang dibuktikan oleh adanya hypergamma globulinemia.
4. Fungsi makrofag abnormal. Hal ini juga menunjukkan bahwa HIV secara langsung menginfeksi makrofag, termasuk didalamnya sistem syaraf pusat yang mana mungkin menunjuk pada gejala kompleks yang mengarah pada AIDS demetitia kompleks.

E. Manifestasi Klinis.
Pada beberapa sistem tubuh berikut ini yang terjadi bersamaan dengan multipel infeksi:
1. Mulut.
Penyebab :
Lesi diakibatkan oleh: candida, herpes simplex, KS, virus papiloma, berupa kutil pada mulut, HIV gingivitis, atau peridontitis, leukoplakia pada mulut. Akibatnya nyeri mulut terutama kesulitan mengunyah dan menelan, penurunan intake nutrisi dan cairan, dehidrasi, penurunan berat badan dan kelelahan.
2. Neurologic.
a. Penyebab: AIDS dementia complex yang disebabkan oleh: berlangsungnya serangan HIV dalam sel saraf.Akibatnya: perubahan kepribadian, kegagalan kognitif, konsentrasi menurun, tidak mampu mengambil keputusan, kerusakan kemampuan motorik, kelemahan, membutuhkan bantuan dalam melakukan ADL, atau tidak mampu melakukan ADL, paresis dan plegia, inkontinensia, isolasi sosial.
b. Penyebabnya :
Akut encephalopathy disebabkan oleh : reaksi obat terapeutik, over dosis obat, hypoxia, hypoglikemi, ketidakseimbangan elektrolit, meningitis yang disebabkan oleh: mycrobacterium toberculosis, virus herpes simplex, cytomegalovirus, sipilis, candida, limpoma. Akibatnya: sakit kepala, malaise, demam, paralisis keseluruhan atau sebagian, penurunan kognitif, distorsi, coma, kematian.
c. Neuropaty
Penyebab: inflamasi demyelinasi diakibatkan dari berlangsungnya serangan virus HIV, reaksi obat, kaporsi sarkoma, lesi. Akibatnya: penurunan kontrol motorik, ataksia, mati rasa pada bagian perifer, rasa panas, isolasi sosial.
F. Cara Penularan Hiv/Aids.
i. Penularan secara langsung.
- Kontak seksual langsung dengan seseorang yang terinfeksi.
ii. Terinfeksi melalui darah.
- Melalui jarum suntik, tato, tindakan yang tidak steril.
- Transfusi darah atau produk darah yang terinfeksi dengan virus AIDS melalui cairan tubuh.
- Pemberian obat per IV dengan seseorang yang terinfeksi.
- Luka dan melalui darah ibu ke fetus selama kehamilan.
Hal-hal yang tidak menularkan HIV:
- Perpindahan melalui udara, batuk.
- Bersentuhan (berjabatan tangan), merangkul.
- Bercuiman.
- Makan dan minum bersama.
- Mandi bersama.
- Gigitan nyamuk.
- Melalui keringat dan air mata.

G. Tempat Hidup Virus Dan Kelompok Orang Yang Beresiko.
a. Tempat hidup virus HIV di cairan tubuh manusia:
 Darah.
 Cairan sperma.
 Cairan vagina.
 ASI.
b. Kelompok orang yang beresiko terkena HIV/AIDS :
 Homoseksual, biseksual, penggunaan obat - obatan IV, WTS dan orang yang mempunyai partner seks yang berganti - ganti
 Orang yang partner seksnya mempunyai pasangan seks yang lain
 Orang yang menggunakan peralatan medis, seperti: netles, syringes, cookers.
 Orang yang terkena melalui hubungan seks.
 Mereka yang mendapat transfusi darah, bayi baru lahir yang ibunya terinfeksi juga.

H. Test Hiv.
1. Test HIV.
Test HIV dapat dilakukan jika seorang mempunyai antibodi HIV dalam darah.Test HIV dilakukan dengan menggunakan darah vena. Ada 2 test yang biasa digunakan yaitu test pertama Elisa test. Jika hasilnya negatif berarti tidak dilakukan test lanjutan, tetapi jika hasilnya positif maka selanjutnya akan dilakukan test Western Blot. Jika pada test yang kedua ini hasilnya positif maka orang tersebut dianggap terinfeksi HIV.
2. Orang yang harus ditest.
Orang yang harus ditest adalah orang yang terpapar terhadap HIV atau orang yang mempunyai pola hidup yang beresiko terpapar HIV harus ditest.HIV ditularkan dari seseorang ke orang lain melalui kontak seksual dan darah. Orang-orang yang dianggap beresiko tinggi antara lain:
- Homoseksual, biseksual, pengguna obat-obat IV, WTS dan orang-orang yang mempunyai partner seke yang berganti-ganti.
- Orang yang partner seksnya mempunyai pasangan seks yang lain
- Orang yang menggunakan peralatan medis seperti netles, syringes, cookers.
- Orang yang mendapat penyakit akibat dari seks
- Orang yang mendapat transfusi darah.
- Bayi yang lahir dari ibu yang mempunyai virus AIDS juga dapat terinfeksi
3. Prosedur test HIV
- Test Confidential seperti test medis lainnya. Didapat dari hasil pencatatan medis.Tetapkan teman-teman dan pemimpin anda untuk mengcopi medical record anda, yang memuat test antibodi HIV anda.
- Test Anonymous, orang yang tidak memberitahukan nama. Beberapa orang hanya diberikan nomor kode, dan kamu harus memberi kode untuk menentukan hasil test.Dengan test Anonymous, keputusan tergantung pada seseorang juga dokter dan ini sangat individual.
4. Bila arti test negatif
Jika hasil test anda negatif, itu berarti bahwa ttidak ada antibodi HIV dalam darah anda. Pada 4-12 minggu sesudah orang terinfeksi maka akan terbentuk antibodi HIV. Hal ini berarti orang yang baru terinfeksi, hasil test dapat negatif. Oleh karena itu jika anda termasuk kelompok resiko tinggi, dimana kamu ingin test lakukan 6 bulan setelah terpapar. Apabila hasil test tetap negatif anda dan pasangan seks anda harus melindungi diri dengan menggunakan kondom.
5. Hal-hal yang terjadi jika hasil test positif
Test HIV positif tidak berarti bahwa anda langsung terserang AIDS sekaerang tetapi anda akan mendapatkannya di masa yang akan datang. Kita tidak tahu apakah seseorang yang terinfeksi HIV akhirnya berkembang ke AIDS.
Kita tahu bahwa beberapa orang yang terinfeksi selama beberapa tahun dan tidak berkembang ke AIDS. Ini menunjukkan bahwa perawatan diri yang baik pada diri seseorang, fisik dan emosi, dapat memberikan hidup beberapa tahun pada orang yang terinfeksi HIV
Yang terutama tidak perlu panik. Infeksi HIV hanya sebagian dari seluruh total gambaran kehidupan anda. Jagalah selalu kesehatan diri anda, kontrol teratur ke dokter, suport emosi, lindungi diri dari virus AIDS, lindungi diri dari aktivitas.
6. Kepada siapa diceritakan
Katakan kepada dokter anda sehingga mereka mampu memberitahukan kepada anda kemungkinan perawatan yang terbaik.Anda juga bisa katakan kepada pasangan seks anda dan anjurkan agar mereka juga melakukan test.diskusikan dengan mereka bagaimana cara melindungi diri.
Ini penting agar orang lain dapat membantu anda,teman dan semua orang yang positif HIV. Tetapi kamu yang harus menentukan sendiri orang-orang yang kamu percaya meskipun akhir-akhir ini sudah banyak diberikan pendidikan kepada publik tetapi masih juga ada salah paham tentang infeksi HIV dan AIDS.
Saat test HIV anda positif
Test HIV positif bukan berarti kena AIDS. Itu berarti anda diinfeksi virus HIV dan harus mengambil langkah-langkah untuk mempertahankan kesehatan tubuh dan cegah transmisi.
Pengobatan anda
Test positif hanya sebagian dari gambaran keadaan. Dokter akan memberikan pengobatan atau tindakan tertentu untuk mempertahankan kesehatan dan mencegah infeksi. Obat yang diberikan seperti AZT dapat mencegah perkembangan HIV. Anda harus peka terhadap perubahan yang terjadi pada tubuh anda, karena tubuh sangat rentan terhadap infeksi. Segera ke dokter bila terjadi sakit akut atau terjadi perubahan dalam tubuh (seperti demam, nyeri,batuk, napas pendek, perdarahan, perubahan kondisi kulit)

Pentingnya pola hidup sehat
Jaga kesehatan tubuh anda karena dengan begitu bisa melawan infeksi HIV. Nutrisi dan istirahat yang cukup diperlukan dan latihan juga sangat penting ini dapa menguatkan tubuh, meningkatkan energi dan stamina.Hindari alkohol atau menggunakan obat-obatan IV, sebab dapat membuat inefeksi HIV menjadi lebih buruk dan mengarah ke aids. Alkohol dan obat- oabtan dapat juga merusak keseimbangan tubuh anda.
Koping
Koping terhadap diagnosa HIV memang sangat sulit, beberapa orang merasa bahwa hidup ini hanya sendiri. Tetapi bantu untuk keluarkan dari perasaan itu dan katakan bahwa dia tidak sendiri. Segera dapatkan bantuan dari psikologis atau psikiatrik. Orang-orang ini dapat memberikan support emosional dan membantu dalam menghadapi masalah-masalah sosial yaitu pandangan masyarakat tentang AIDS. Teman-teman dan keluarga dapat juga bersama membantu anda. Inbformasi tentang HIV dan AIDS perlu disosialisasikan kepada masyarakat luas.
Bagaimana cara untuk melindungi diri
Seks: pastikan bahwa pasangan seksual anda tidak mempunyai pasangan seks yang lain.Memeluk, masturbasi,menggosok-gosok tidak bisa menularkan virus HIV sejauh kita tidak mempunyai kulit yang luka. Jika kamu mempunyai pasangan seks, cara-cara unutk melindungi diri dari infeksi:
o Gunakan kondom dari awal sampai akhir.
o Jangan pernah melakukan sesuatu yang dapat menyebabkan luka, abrasi atau perdarahan (seperti anal intercause).
o Gunakan lubricant seperti K..Y Jelly, jangan gunakan saliva oil lubricant seperti spetrolium jelly atau minyak sayuran.
o Hindari oral seks.
o Hindari deep-kissing.
Penggunaan obat-obatan
Jika kamu pemakai obat-obatan, segera hentikan sebab dapat memperburuk HIV. Selama kamu berusaha menghentikan:
o Jangan bekerja sama dengan orang lain.
o Jangan bekerja sama dengan orang lain yang juga menggunakan obat-obatan.
o Jika kamu menggunakan alat-alat, bersihkan kembali dengan obat pemutih dan air.
Wanita : Jangan dulu hamil sebab virus yang anda derita dapat diturunkan ke bayi anda. Anak yang lahir dengan virus AIDS meninggal sebelum umur 2 tahun. Kehamilan dapat memperburuk infeksi HIV dan beberapa wanita akan sering sakit dan dapat meninggal selama hamil. Jika kamu siap mempunyai bayi, jangan beri ASI sebab anda dapat memberikan virus itu lewat ASI.
Sumbangan/donor : Jangan memberikan donor darah, sperma atau organ-organ tubuh.
I. Upaya Pencegahan.
Upaya pencegahan untuk orang dengan HIV menggunakan istilah ABCDE, yaitu:
A= Abstinence
Tidak berhubungan seksual.
B= Be Faithful
Saling setia dengan satu pasangan
C= Condom
Selalu memakai kondom saat berhubungan seksual
D= Diagnosa diri dan Drug
Memeriksakan diri sedini mungkin bila punya resiko
E= Equipment
Menggunakan peralatan yang steril

















BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan
AIDS merupakan kumpulan gejala penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yang disebabkan oleh HIV. Penyakit ini merupakan penyakit menular seksual yang sangat berbahaya sampai sekarang pengobatan pada penyakit ini belum ada.
HIV/AIDS dapat ditularkan baik secara langsung melalui kontak seksual maupun melalui darah. Orang yang sudah terinfeksi akan beresiko untuk menularkan penyakit tersebut kepada orang lain apabila tidak ada upaya pencegahan.

B. Saran
Mengingat bahwa AIDS merupakan penyakit menular seksual yang berbahaya dan belum ada pengobatannya agar kita terus melakukan tindakan-tindakan pengobatan seperti yang telah disebutkan dan sebagai perawat tentu sebaiknya memberikan Askep dengan baik sehingga dapat mengatasi masalah tersebut.














DAFTAR PUSTAKA

Grimes, Deanna E, 1991, “Infetious Disease”, St. Louis, Missouri Mosby Year Book
Muma, Richard D, 1997, “HIV (Manual Untuk Tenaga Kesehatan)”, EGC Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, setelah membacanya.
Terima kasih