Surat cinta SMP


Puncak Nestapa, 18 maret 2003



Buat untaian rinduku,

Yang tersayang



Dear maniess…

Hujan mengguyur marah pada saat pena menari di atas carikan kusam yang kian peot dimakan usia ini. Mungkin saat ini beribu rasa melanda perasaan hati anda (marah, sedih, senang jua kecewa) mohon beribu maaf bila kedatangnku merepotkanmu atau membuyarkan lamunan indahmu bersama pangeran matahari.

Hanya ingin kau tahu bahwa saat dunia terasa hampa dan berhenti berputar hanya satu organ yang tidak tinggal diam, padahal semuanya telah mati rasa. Ketahuilah bahwa hatiku selalu merindukanmu. Adakah jawaban kau paut di sana???


Allow bidadariku….

Atas nama cinta kutulis surat ini

Memang kita hanya mengenal dan berlalu saja

Tapi, apa mau dikata, hati mengatakan yang sebenarnya, sehingga akan muncul walaupun kututup serapat mungkin.


…………………..

Mungkin terlalu lancang bila aku memanggil anda dengan kata yang seharusnya tidak boleh aku lakukan, tetapi aku hanya membuat engkau mengerti dan membawa kita lebih dekat pada keindahan yang nyata itu. Sekali lagi, maaf beribu maaf. Atas ketidakberanianku dalam mengisyaratkannya, memang aku pengecut. Tak berani dengan mulut dan tatapan banyak orang, tapi yakinlah akan niat tulusku ini. Andaikan rembulan tak ada pasti tak ada pungguk yang selalu merindukannya.



…………………..

Bertahanlah demi aku…

Bersabarlah atas kesungguhanku, sebab

Saat kuncup-kuncup akan mekar

Saat tunas-tunas mulai bersemi

Aku akan kembali

Datang untuk kutatap wajah manis yang kurindukan

Wajah cantik yang kian mempesona



Peluk cium



Djho izmail


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, setelah membacanya.
Terima kasih