Triduum - Dari MBK Tomang Sampai Rajawawo

Hari ini paroki kita merayakan pesta nama pelindung, Maria Bunda Karmel (MBK). Sulit mengetahui ada berapa paroki di Indonesia dengan nama pelindung sama (Maria Bunda Karmel). Yang pasti ada satu jauh di sana, di sebuah desa Keuskupan Agung Ende (Flores), yaitu Paroki St. Maria Bunda Karmel Rajawawo.

Dan paling tidak, ada tiga paroki lain yang bernama mirip dengan "Maria Bunda Karmel", yaitu Paroki Maria dari Gunung Karmel Wolofeo di Keuskupan Agung Ende (Flores), Paroki Maria dari Gunung Karmel Tiga-Lingga di Keuskupan Agung Medan, dan Paroki Maria Kusuma Karmel Meruya (Jakarta Barat) - hasil pemekaran Paroki MBK Tomang.

Pesta nama pelindung Paroki Tomang pada hari ini lebih bermakna karena pada bulan Nopember nanti paroki kita akan genap berusia 40 tahun. Dengan jumlah umat sekitar 16,000 orang saat ini, Paroki MBK dikenal sangat aktif dalam berbagai bidang, terutama bidang liturgi dan pelayanan sosial. Paroki ini secara berarti telah ikut mewarnai kehidupan Gereja Keuskupan Agung Jakarta.

Menyambut pesta nama paroki, minggu lalu gereja MBK mengadakan kegiatan "Triduum" (tiga hari doa-rekoleksi), yaitu pada pukul 19.00 Hari Rabu, Kamis dan Jumat.

Kenapa Paroki Tomang bernama pelindung "Maria Bunda Karmel"? Jawabannya sederhana: Karena ketika berdiri 40 tahun lalu dan sampai hari ini Gereja Katolik mempercayakan penggembalaan paroki ini kepada para imam dari Ordo Karmelit. Dari dulu kelompok biarawan ini terkenal dengan devosi khususnya kepada Bunda Maria.

Dulu para rahib pertama di Gunung Karmel dikenal sebagai Saudara-Saudara Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel. Gunung Karmel terletak di bagian utara Israel. Disanalah Ordo Karmel didirikan pada abad ke-12.

Maka tidak heran, sekarang ini di kompleks gereja MBK ada Kapel Theresia Lisieux. Suster Theresia Lisieux adalah rahib Karmelit yang ditetapkan Gereja sebagai Santa. Wanita yang meninggal dunia pada usia 24 tahun ini terkenal sangat mencintai Bunda Maria.

Seperti Ordo Karmelit, segenap warga Paroki Tomang MBK patut menghidupi karakter Bunda Maria yaitu: Selalu hidup dalam iman dan tidak putus-putusnya rindu melaksanakan kehendak Tuhan, kapan dan dimana pun. "Sesungguhnya Aku ini Hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu", kata-kata terkenal Bunda Maria. Seperti para warga MBK, umat Paroki (MBK) Rajawawo dan lain-lain juga dipanggil menghayati iman yang sama.(Leo Jegho)
naskah dan gambar diambil dari http://www.parokimbk.or.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, setelah membacanya.
Terima kasih