Ujian Semester yang Gampang

#Nyamuk yang Nakal

Seorang teman di jurusan biologi pernah bercerita tentang ujian semesternya yang gampang. Ujian itu dilaksanakan pada sore hari. Open book pula. Ia bersemangat sekali meminjam beberapa buku dari Taman Baca fakultasnya. Berharap ujian nanti ia bisa mendapatkan nilai yang memuaskan.
Di kampus, setelah ia datang diwaktu ujian tersebut, ternyata ujian itu dilaksanakan secara lisan perorangan. Artinya, setiap mahasisa masuk ke dalam ruangan satu per satu. Dengan deg-degan teman saya itu masuk ke dalam kelas. Ia masuk disambut senyum manis dosen tersebut, padahal dosen tersebut dikenal oleh para mahasiswa sebagai dosen dengan senyum termahal.
“Bagaimana Saudara Piter, apakah anda sudah siap menjalani ujian ini?” Sang dosen bertanya dengan senyuman, sambil membolak-balikan kertas-kertas di atas mejanya.
“Semoga saja, saya siap pak. Semalam sudah beberapa buku saya baca. Bahkan saya sampai ketiduran, kemudian terbangun akibat banyaknya nyamuk di kamar kost.” Teman saya itu berusaha basa-basi dengan dosen.
“Bagus. Itu pengalaman menarik, untuk diceritakan setelah anda lulus dari fakultas ini nantinya”
Dalam hati kecilnya, teman saya merasa ada yang aneh dengan dosennya hari ini.  Ramah benar ia hari ini. Bahkan meladeni basa-basinya yang absurd. Tapi masih dalam suasana gugup.
“Iya pak.”
“Kalau begitu, mengapa samapi anda merasa dibangunkan oleh nyamuk?”
“Begini pak, saya merasa nyamuk-nyamuk itu mengganggu tidur saya, dengan terus berdengung di telinga saya. Bahkan sebagian ada yang menggigit saya”.
Sang dosen lalu menuliskan sesuatu di kertasnya. “rupanya belajar Saudara kali ini memang terganggu. Tapi, maaf. Saudara juga saya ganggu di ujian kali ini. Saudara dinyatakan tidak lulus ujian ini. Saudara sebenarnya harus tahu, Nyamuk itu tergolong dalam hewan penusuk.bukan penggigit. Jadi kalau seandainya saudara belajar, saudara seharusnya tahu dan mengatakan ditusuk nyamuk, bukan digigit nyamuk. Nah, selamat mengulang tahun depan”.
Ternyata tidak semua yang dipelajari mampu dijelaskan secara sederhana dan tepat. Kadang salah fatal tanpa disadari. Teman saya menyadarinya. Dan ceritanya menyadari saya untuk berhati-hati sebelum berucap. Terima kasih teman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, setelah membacanya.
Terima kasih