Cantik?



Cantik. Ada apa?

Saya memulai tulisan saya kali ini dengan pertanyaan. Pertanyaan ini pula yang membuat saya berpikir untuk menulis. Saya pikir ini tulisan konyol. Okelah. Tak apa. Saya Cuma menelurkan ide yang tiba-tiba menggelembung di pikiran saya. Entah siapa yang melakukan penitrasi dan membuahkannya. Ya, tapi itulah ide. Konyol. Saya. Tulisan ini berawal dari beberapa twit dan status tentang tanggal cantik hari ini.

Cantik menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya: 1 elok; molek (tt wajah, muka perempuan); 2 indah dalam bentuk dan buatannya. Saya mengambil arti yang pertama. Tentang wajah perempuan. Cantik di sini dikhususkan untuk perempuan. Tidak ada jenis kelamin lain yang cantik. Tidak ada lelaki yang cantik. Otomatis. Kalau lelaki ingin cantik, ia harus jadi perempuan terlebih dahulu.

Tentang cantik untuk perempuan ini, ada sebuah pengalaman lucu. Menjadikannya cerita anekdot dan perlu direfleksikan (menurut saya sih J). Ada sebuah lagu Pop daerah Ende dengan judul JAMILA. Cukup terkenal di kalangan masyarakat NTT. Suatu hari di kala lagu ini diputar diberbagai tempat, radio dan hape orang, seorang teman yang dari manggarai sempat bertanya, arti lagu tersebut. Ada sebuah kata di situ. SARE. Dalam bahasa Ende artinya cantik. Kemudian ia bertanya lebih lanjut, ganteng bahasa Ende apa? Saya bingung. Kayaknya tidak ada. Ia melanjutkan oo.. berarti di ende tidak ada yang ganteng atau lelakinya tidak ganteng. (Kembali ke ungkapan: BAHASA menunjukan BANGSA).

Itu sekedar pengantar. Saya ingin mengeluarkan pikiran aneh saya. Kenapa semua di dunia ini dianalogikan dengan cantik. Contohnya: ada nomor SIM CARD, pasti orang bilang, Nomor cantik, bentuknya cantik, tempat cantik, bahkan juga sekarang. Hari ini (11-12-13) orang bilang tanggal cantik. Tak ada sedikit pun atau paling tidak sedetik saja bilang ganteng. Nomor ganteng, tanggal ganteng. Sebagai lelaki saya tersinggung. Perempuan telah mempengaruhi semuanya. Ia mengubah semuanya menjadi cantik.

Di saat gencarnya kampanye GENDER, ternyata masih ada celah untuk perempuan bisa berusaha melebih laki-laki. (ah, saya rasa hal ini tidak usah dilanjutkan, nanti bertambah ngawur). Tapi, sesungguhnya laki-laki yang salah. Dibodohkan dan ikut saja. Bahkan mungkin saja, laki-laki yang memulai.

Sebagai laki-laki, kenapa ketika membeli SIM CARD tidak bertanya: ada nomor ganteng?. Kenapa? Apakah anda malu? Kalau kalian malu berarti kalian sudah merendahkan diri sendiri. Merasa diri tidak ganteng. Kalau bukan kepercayaan diri, siapa lagi yang harus membuat diri kita percaya akan dirinya sendiri?
Diakhir tulisan saya kali ini, saya ingin bercerita tentang pengalaman saya membeli SIM CARD. Di sebuah counter, tepatnya di Oebufu-Kupang. Sore hari, saya membeli kartu perdana. Terjadilah dialog antara saya (Disingkat S) dan Pelayan (P).

S: Mau beli kartu perdana, kaka.
P: Mau kartu apa?
S: AS.
P: Mau yang nomor cantik?
S: Beta son mau yang cantik kaka, yang biasa-biasa sa. Beta pung Nona su gagah na, kalo dapat nomor cantik le dia cemburu nanti.
P: na bae su kalo begitu. (sambil tersenyum. Entah karena lucu atau karena kebodohan saya).

Sekian dulu.
Terima kasih su baca, GANTENG dan CANTIK dong.
Jangan lupa komentar ee..

8 komentar:

  1. payung cantik, gelas cantik, dan seperangkat cantik-cantik lainnya :D

    BalasHapus
  2. Ah, diskriminasi terselubung ne. Kenapa tidak ada yg bilang ganteng ee.. Payung ganteng dll :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin payung dan gelas tidak kelihatan maskulin kaka, makanya kurang cocok kalo dibilang payung ganteng atau gelas ganteng hehehehe

      Hapus
  3. Ya, mungkin juga ee.. biarlah mereka tetap cantik, tp kalo mau di liahat secara cermat berarti cantiknya manusia itu sama ke cantiknya gelas, payung, nomor kartu perdana dll.. ato karmana?? hehehehehee..

    BalasHapus
    Balasan
    1. sonde ee kak, manusia pung cantik ganteng beda deng gelas payung nomor kartu perdana hahaha. mungkin penamaan nomor kartu perdana cantik itu suatu cara untuk menarik org utk beli, biar cepat laku begitu hahahah :D

      Hapus
  4. Hehehee.. manusia ne kejam ju. menganalogikan cantik untuk manusia ke barang. :D

    BalasHapus
  5. hahaha kreatif na kaka, jadi analogi cantik bisa ke mana2 :D

    BalasHapus
  6. Ya. Kreatifnya cantik. Cantik yg kreatif. :)

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, setelah membacanya.
Terima kasih