Ama Alekot (Bapa Kami versi Uab Meto)



Kurang lebih setahun yang lalu, saya diajak oleh Romo Amanche untuk mengikuti natal di Paroki Santo Paulus Oinlasi. Saya menyanggupinya, karena katanya kami akan ke Boti, sebuah perkampungan tradisional yang masih kental dengan agama aslinya, HALAIKA. Di sini saya tidak bercerita tentang bagaimana keadaan kampung Boti dan berbagai ritus maupun ritual adatnya. Saya berkesan ketika beberapa hari kami mengikuti misa di Paroki Oinlasi.
Hal yang membuat saya tersentuh adalah umat menyanyikan Doa yang diajarkan Kristus sendiri itu, ke dalam bahasa daerahnya. Saya cukup senang. Begini kira-kira doa itu yang bisa saya tuliskan.
AMA ALEKOT

Ama alekot uis neno tunan
Haim lomi seke mpules kit
Hit pah lof nem
Hit loim ten jadi
Na noeban nbi naijan nai

Mfe kai mipen mnahat neno-neno
Kaisa ta to’an fun sanat naek
Atoin asusar kai haim
Msao mifefin
O ama kaisam mpolin kai

Di kampung, saya juga pernah mendengar tentang berbagai doa harian dalam bahasa daerah Ende, karena kebetulan kakek saya adalah guru agama kala itu. Tapi sampai sekarang saya belum bisa mengarsipkannya di dalam kertas. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini. Amen.

2 komentar:

  1. Trimakasih, sudah berbagi,
    Ini sebuah lagu yang sebenarnya sedikit berbeda dengan teks doanya HAI AMA, lebih dikenal di daerah TTS, jarang dinyanyikan di TTU dan Oekusi yang sama-sama berbahasa Dawan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama sama Romo. Ini suatu bentuk apresiasi saya karena pernah mendiami tanah timor.

      Hapus

Silahkan berkomentar, setelah membacanya.
Terima kasih