Geza Kana Kera (Gelang Kea) dan Mitos Usir Setan

Mei 27, 2016 0 Comments A+ a-




Sejak kecil saya sering melihat mama saya memakai gelang dengan corak coklat muda dan tua. Kata mama, itu gelang terbuat dari kulit kura-kura atau dalam bahasa Ende disebut geza kana kera. Saya tidak terlalu tahu banyak kenapa gelang ini lebih disukai mama dari pada gelang emas atau gelang dari jenis barang tambang lainnya. Kata mama, gelang itu sudah dibeli seharga sepuluh ribu rupiah sejak mama belum menikah.
Sampai pada suatu malam, ketika saya yang tinggal jauh dari mama pulang kampung untuk mengunjungi orang tua saya. Di sela pembicaraan seputar kegelisahan mereka akan saya yang belum memperkenalkan perempuan dihadapan mereka, mama menyentil soal gelang itu. Memang, saat ini gelang dari kulit kura-kura sudah jarang ditemui di sekitar pasar di wilayah Ende. Mama meminta saya mencarikannya. Gelang lama yang biasa mama pakai itu sudah hilang entah dimana.
Saya mencari tahu pada siapa pun yang saya temui dan akhirnya saya mendapatkannya pada iklan tentang penjualan asesoris itu di akun instagram adik semester saya yang pintar menyanyi. Saya akhirnya memesan padanya. Biar mama senang, kata saya diakhir obrolan dengan dia.
Mengenai gelang ini, di Kupang orang mengenalnya dengan sebutan Gelang kea. Gelang ini terbuat langsung dari kulit kura-kura. Saya kurang tahu bagaimana cara pembuatannya, karena saya belum pernah melihatnya secara langsung. Saya hanya melihat gelang yang sudah siap dipakai.
Ada mitos yang beredar, katanya gelang ini bisa mengusir setan atau roh jahat. Jangan tanya hal ini secara ilmiah karena saya yakin belum ada penelitian. Jadi kita hanya punya dua opsi, percaya atau tidak percaya. Bahkan ada mitos lain lagi yang menurut mama saya. Kata mama, bila memakai gelang ini, kita akan terhndar dari gigitan binatang buas atau pun binatang berbisa. Ini semacam penangkalnya.
Apa pun mitosnya saya tidak terlalu peduli. Saya hanya melihat gelang ini sebagai asesoris dan yang kedua ialah paling tidak saya bisa menghadiahi mama dengan hasil jerih lelah saya. Oh ya, jika mau beli, silahkan saja hubungi Intan atau lewat Line: @nukaintan atau Whatsapp: 081284355495



Tulisan Terbaru

Sera Diri – Salah satu Tahap Perkawinan Tana Zozo.

Ilustrasi dari internet   “saya cintau dengan kau e…” “hmmm… gombal” “Tidak e. Serius” “kalo serius buktinya mana?” “bukti apa? Be...