Smartphone dan Pemegangnya yang Tak Smart



Ponsel pintar alias smartphone sudah menjadi barang yang wajib dimiliki oleh setiap orang. Smartphone menjadi kebutuhan yang mesti ada bagi setiap orang. Sebagai gaya hidup dan tuntutan kebutuhan komunikasi. Selain fungsi telepon dan juga fungsi pesan singkat, smartphone juga menghadirkan fungsi lain dengan bantuan internet. Bisa digunakan untuk menerima dan mengirim informasi audio maupun visual dalam bentuk tulisan maupun gambar.
Semenjak munculnya berbagai tawaran media sosial dengan berbagai keunggulannya, seolah informasi hanya terletak pada jari kita. Dan hari ini, informasi yang dikatakan pada jari kita tersebut benar-benar terbukti. Sebuah kejadian yang menyedihkan dialami oleh sesama saudara, anak-anak kita di Sabu, Nusa Tenggara Timur. Ada seseorang yang diduga stres, menyerang sebuah sekolah dan melukai beberapa anak sekolah.
Kejadian itu membuat gaduh linimasa di akun media sosial saya, khususnya facebook. Orang dengan berbagai informasi yang simpang siur berusaha menjadi yang terdepan memberikan informasi terkini, walaupun menurut pengamatan saya, ada yang tak berada di lokasi kejadian, namun dengan gaya seolah sedang meliput kejadian itu, memberikan informasi yang juga ia dapat dari orang lain. Adanya informasi berantai ini membuat sebagian orang mulai berpikir dan menyimpulkan sesuai dengan pemahamannnya.
Hanya karena membaca status seseorang di facebook dengan smartphonenya, orang mulai berasumsi. Mulai adanya berbagai pendapat tanpa ada solusi yang baik. Orang mengedapankan info sepihak tanpa kroscek untuk kebenaran sebuah berita. Berita yang di dapat seolah menjadi sabda dari pencipta. Menjadi kebenaran mutlak.
Di sini, saya menyimpulkan. Dengan maraknya pengguna smartphone, orang atau pengggunanya tak berpikir smart (cedas) orang berlomba berpendapat tanpa solusi. Dunia menjadi pabrik kata-kata. Seandainya ada tempat sampah untuk kata-kata yang tak terpakai atau tak berguna, tentu dunia ini telah dipenuhi sampah itu.
Semoga bumi ini menjadi damai, tanpa provokasi dan pemahaman keliru yang tidak disaring terlebih dahulu oleh kita pengguna smartphone. #PrayForSabu.

3 komentar:

Silahkan berkomentar, setelah membacanya.
Terima kasih