DONGENG ITU KORUPSI

Malam menjelang tidur, Ayah selalu berdongeng. Dongeng tentang Abunawas yang banyak akal. Tentang Si Kabayan. Di sekolah pun demikian. Ibu Guru kelas satu selalu begitu. Bercerita tentang kancil yang licik. Semuanya bebas dari mara bahaya karena kelicikan mereka. Bukan karena kebaikan atau kepahlawanan mereka laiknya Super Hero zaman ini yang sering ditayangkan di bioskop atau pun televisi. Superman, Spiderman, Green Hornet dll.
Setahun lalu, bulan yang telah lewat, minggu kemarin, hari kemarin, tadi pagi, siang ini dan mungkin besok ada berjuta kolom pada media massa lokal dan nasional ada berita korupsi. Mulai dari pemerintahan yang paling rendah (grass root) sampai pada pimpinan tertinggi republik diberitakan korupsi. Entah sudah terbukti atau masih diusut kasusnya ataupun kasusnya sudah rampung dan dinyatakan bersalah dan ada yang tidak.
Ironis memang, tapi apa hubungan antara korupsi dan dongeng-dongeng tadi. Saya juga sedikit puyeng, oleh karena itu mari kita lihat bersama-sama. Berbagi cerita tentang Abunawas maupun Si Kabayan di waktu kecil, bisa membuat imajinasi anak-anak berkembang. Mereka berpikir betapa pintarnya tokoh dalam dongeng tersebut. Ia bebas dari segala macam tuduhan hanya dengan kelicikannya.
Dari dongeng tersebut, anak-anak pada waktu kecil menjadikan tokoh dongeng tersebut sebagai orang kebanggaan atau tokoh yang patut di tiru. Tokoh panutan. Menurut Morgan, belajar adalah segala perubahan perilaku yang relatif permanen yang muncul sebagai akibat dari latihan dan pengalaman. Sehingga munculnya faktor yang mempengaruhi belajar dan hasil belajar. Internal dan eksternal. Internal meliputi fisiologis dan psikologis sedangkan eksternal yakni lingkungan dan instrumen.
Dalam hal ini korupsi dipengaruh oleh suatu proses belajar lewat dongeng yang secara tidak sadar orang tua telah memberikan suatu pelajaran korupsi bagi anak-anaknya sejak dini. Anak-anak dipengaruhi untuk berbuat licik sesuai dengan cerita yang mereka dengar. Bahkan cerita di sekolah tentang kancil. Maka setelah dewasa dan dipercayakan menjadi pemimpin (walaupun ada sebagian yang melakukannya dengan cara licik untuk mendapatkannya) orang tersebut mulai melakukan berbagai cara licik yang dulu didengarnya lewat dongeng.
Korupsi merupakan hal licik yang dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan pribadi secara individu maupun kelompok tertentu (salah satunya keluarga). Mereka telah mendapat berbagai cara yang telah ditanamkan lewat dongeng sejak kecil untuk korupsi. Dan korupsi pun merupakan suatu hasil dari proses belajar yang secara tidak disadari merupakan suatu kesalahan besar yang harus kita halangi dan hilangkan supaya bangsa kita terbebas dari bahaya laten korupsi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, setelah membacanya.
Terima kasih