Membangun NTT, Indonesia Maju.


Waktu memberikan setiap kita kesmpatan dan berbagai kemungkinan. kesempatan untuk menyukai, kemungkinan untuk terluka dan saat untuk cinta. Dan kecintaan saya untuk menulis mempertemukan saya pada blog. Ketertarikan saya untuk menulis di blog, sudah saya pupuk sejak tahun 2009. Terkadang di sela kesibukan dan keterbatasan jangkauan internet membuat blog saya “senin kamis” dalam menghadirkan kontennya. apa daya, nasib saya yang tinggal di pedesaan yang terkadang pasrah dengan keadaan listrik, apa lagi terhadap signal internet.

Beberpapa hari yang lalu, berita baik itu datang dari teman saya, Maria. Dia memberikan informasi tentang adanya kegiatan flash blogging. Bagi saya, itu merupakan kesempatan langkah bagi kami, anak muda di Nusa Tenggara Timur. Jadi, saya mesti hadir dalam kegiatan ini. Itu keputusan yang sudah final. Mantap dalam hati.

Kegiatan ini, bisa membengkitkan kambali semangat saya untuk menulis di blog. Di pagi yang cerah. dengan mentari pagi yang terseyum sumringah dari ufuk timur, saya bergegas menuju Ruang Palacio 2, untuk mengikuti kegiatan Flash Blogging dengan tema Menuju Indonesia Maju. Bagi saya, anak muda harus punya kretifitas demi mendukung kemajuan negeri ini. Media online bisa menjadi corong yang turut membantu kretifitas itu.

Acara yang seharusnya dimulai pukul setengah sembilan pagi terpaksa agak telat. tak apa, yang panting semangat kami tak pernah pudar. acara dimulai dengan sambutan dari Kepela Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT, Bapak Aba Maulaka kemudian Ibu Rosarita Niken Widiastuti, Direktur Jendral Informasi dan Komunikasi Publik, Kemkominfo. Menurut Ibu Niken, tujuan kegiatan ini agar generasi muda indonesia yang senang menulis di blog, bisa berkumpul untuk menghadirkan konten positif demi kemajuan negeri ini. Lebih lanjut beliau menghimbau agar generasi muda harus menghindari memberikan konten negatif di media sosial karena akan berhadapan dengan UU ITE.
Ibu Niken sedang memberikan sambutan.


Pada sesi pertama, Mas Andoko Darta dari Tim Komuniksi Khusus Presiden memberikan materi tentang Sudut Istana yang mungkin tidak semua kita tahu. Termasuk saya. Betapa bangganya, ketika melihat video-video yang ditampilkan begitu menginspirasi dan mengesankan. video-video itu bisa dilihat di akun youtube Sudut Istana.

Salah satu video dari Sudut Istana.

Selanjutnya, Kakak Mira Sahid dari Emak-emak Blogger memberikan materi tentang Ide Kreatif Menulis Blog. Baginya, kita harus memiliki susut pandang atau gaya tersendiri dalam mengisi konten di Blog. Entah makanan, perjalanan dan lain sebagainya. Yang terpenting ialah kita harus bijak dalam mengisi konten tersebut. berpikir sebelum menuliskan sesuatu di media sosial.

Bagi saya. sebagai anak muda, kita harus bijak dalam mengisi setiap konten di media sosial yang kita miliki. Mengutip pendapat Kak Mira, Menulis bertujuan menemukan jati diri. Jadi jika kita menulis yang negatif, maka orang akan menilai kita sebagai pribadi yang negatif.



BKKBN dan Kondom

Sore yang cerah. saya duduk di pinngir pantai, sambil menikmati debur ombak dan melihat anak-anak yang asyik berenang maupun memancing di genangan air di sela-sela karang. Di samping saya duduk, ada sebuah bak penampung sampah yang dibangun setahun yang lalu.

Saya tertarik melihat sebuah plastik kecil yang digunakan membungkus sesuatu. Plastik berwarna merah muda itu ternyata pembungkus kondom. Saya memperhatikan lebih lama. Ada tertera tulisan berwarna hitam dengan huruf kapital. BKKBN.

Mengingat tulisan BKKBN tersebut, saya jadi kembali mengingat masa Sekolah Dasar saya dulu. Kadang guru menyuruh kami untuk menghafal banyak singkatan maupun akronim beserta kepanjangannya. Saya jadi ingat, jika dulu guru pernah memberi tugas untuk mencari kepanjangan BKKBN.

Namun, dasar otak micin. Saya terlanjur lupa dengan kepanjangan BKKBN tersebut. Ah, seandainya ada salah satu anak yang berenang tersebut datang dan bertanya tentang ini, saya harus jawab apa? saking penasaran dengan ini, saya mencoba mengirim pesan kepada teman saya yang saya anggap sebagai kamus berjalan. Dari seberang sana, ia membalas,”bro, su tua tir tau kepanjangan BKKBN? ke laut saja. BKKBN itu kepanjangannya Bocor Kondom Keluar Bayi Nakal”

Saya tidak serta merta percaya. Saya mencoba terus mencari jawabannya. Sampai saya teringat bahwa, kurang lebih  dua minggu yang lalu, tepatnya, Hari Kamis, 19 Oktober 2017, Saya mengikuti sebuah kegiatan yang digagas oleh Komunitas Sastra Rakyat Ende yang dikenal dengan Komunitas SARE bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Ende, menggelar pertemuan untuk Pegiat Sosial Media. Harapannya, pegiat sosial media, mampu mentrasfer pengetahuannya yang didapat saat itu tentang masalah HIV/ AIDS dan berbagai macam Stigma maupun Diskriminasi yang terjadi di masyarakat terhadap Orang Dengan HIV/ AIDS (ODHA)

Di masyarakat saat ini, masih banyak orang yang merasa diri paling bersih. Berusaha mengucilkan sesama yang sakit. Padahal, jika ditelaah lebih jauh, ODHA memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk menularkan penyakit yang ia derita ke kita, dibandingkan sesama kita yang menderita penyakit seperti influenza atau juga tubercolosis.

Masih banyak perlakuan yang tidak wajar dilakukan masyarakat, bahkan dalam pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan sekalipun. ada beberapa petugas yang berusaha memproteksi diri secara berlebihan hanya karena mengetahui seorang pasien atau pasien yang sedang dirawatnya mengidap HIV/ AIDS.

Kembali lagi ke persoalan kondom tadi. masih banyak orang yang melakukan “jajan” di luar tanpa menggunakan kondom, sehingga wajar saja ketika kembali rumah, ia “menyumbang” apa yang didapat kepada istrinya, jadi otomatis memberikan kontribusi angka yang lumayan besar untuk pengidap HIV/ AIDS di Kabupaten Ende salah satunya ialah Ibu Rumah Tangga (IRT).

Saya mengandaiakan, duania ini betul-betul memiliki orang yang saling peduli terhadap sesama. Siapapun dia. Dan dalam keadaan apapun dia. 

#Ngumpul_ngumpul_Pegiat_Medsos
#Stop_Stigma_Diskriminasi_ODHA
#Komunitas_Sare
#KPA_Kabupaten_Ende

5 Merek Dagang yang Mewakili Nama Barang Sejenisnya.

Bahasa menunjukan bangsa. Ini merupakan adegium kalsik yang memang benar adanya. Bahasa menunjukan identitas personal seseorang. Mulai dari kesantunan bahkan sampai pada asal, adat istiadat dan suku bangsanya. Bahasa pula yang mempersatukan kita sebagai media komunikasi yang efisien. Bayangkan seandainya kita tak saling mengerti bahasa diantara lawan bicara kita. Bisa saja ada terjadi berbagai masalah.

Mengenai bahasa, juga dipengaruhi oleh latar belakang budaya dan tren setempat. Seperti di daerah Nusa Tenggara Timur dengan dialek  yang berbeda dengan daerah lain, juga mempunya beberapa nama atau sebutan yang populer pada awal perkenalannya di masyarakat dan kian menjadi nama untuk segala macam merek dagang yang lain.

Berikut ini ada beberapa nama merek dagang yang menjadi nama atau bahasa lokal untuk mewakili setiap benda tersebut walau berbeda merek dagang.

1. Honda
Hampir sebagain besar daerah di Kabupaten ende menyebut semua sepeda motor dengan sebutan Honda. Hal ini dipicu dari awal kemunculan sepeda motor Honda astrea yang lagi tren di akhir tahun 80-an. Sepeda motor tersebut hanya bisa dibeli oleh Pegawai Negeri Sipil dan beberapa guru sekolah dasar yang mengajar di kampung-kampung. 

Kecenderungan menyebut honda tersebut kemudian menyebar pada munculnya kendaraan bermotor tersebut dengan merek dagang yang berbeda. Lidah mereka seolah telah terbiasa dengan menyebut Honda sehingga walaupun muncul merek lain selalu menyebutnya dengan honda.
Padahal di awal tahun 2000-an mulai muncul berbagai merek lain seperti yamaha, suzuki, kawasaki dan merek lainnya dari China. Namun, seiring dengan perkembangan pengetahuan masyarakat, orang mulai menyadari dan menyebutnya motor. Tapi, di masyarakat pedesaan masih banyak menyebut dengan panggilan honda.


2. Aqua
Minuman kemasan ini memang sangat tenar di daerah NTT. Orang menyebutnya dengan nama aqua. Walaupun ada beberapa kasus orang yang ingin membelinya mengira bahwa minuman kemasan ini mempunyai rasa lain. Seperti manis atau mint. Terkadang ada yang membuangnya begitu merasakan ternyata minuman ini tidak berasa. Hal ini dipicu karena kurangnya informasi sejak kemunculan awalnya.


Sekarang ini, banyak minuman air mineral yang beredar di pasaran. Baik yang berkemasan botol atau pun gelas. Namun, orang selalu menyebutnya dengan nama aqua untuk semua merek air mineral kemasan tersebut.


3. Rinso
Detergen apa pun yang dijual dipasaran selalu disebut rinso. Misalkan mama meminta bantuan kita untuk membeli detergen tersebut di pasar atau warung dekat rumah, selalu menyebutnya rinso. “anak, kau tolong pergi beli rinso di kios depan dulu” padahal bisa saja yang dimaksud itu, Daia, So klin atau pun detergen merek lainnya.


4. Swallow
Swallow yang dimaksud adalah merek salah satu sandal jepit. Karena, mungkin merek ini yang paling pertama muncul di pasaran masyarakat kami, sehingga namanya menjadi tren dan mewakili semua nama sendal jepit dengan merek lainnya.


5. Spuit
Spuit yang dimaksud di sini adalah sebutan untuk segala macam cat semprot. Entah dari mana asal namanya, spuit itu dinamakan pada semua bentuk dan merek cat semprot atau pilox tersebut.