#StopBajualOrangNTT (Edisi Copas)

#StopBajualOrangNTT adalah sebuah kampanye yang menyuarakan perlawanan terhadap perdagangan manusia, isu yang sedang terjadi di NTT. Untuk mendukung ini, pada tanggal 27 sampai 28 September 2014, diadakan aksi Playing For Change di Lasiana, Kupang. Selain isu perdagangan manusia, diadakan juga aksi sosial untuk membantu korban penggusuran Oepura dan membantu pembangunan sekolah rusak di Alor.
Saya ikut bikin artwork untuk mendukung aksi ini
Ada beberapa link yang bisa kita simak terkait human trafficking ini, seperti video Youtube:
Selain video-video di atas, ada juga beberapa link berita yang bisa kita baca:

Saya melihat perdagangan manusia ini sebagai suatu isu besar yang serius. Manusia adalah makhluk hidup, bukan barang yang bisa dijual. Martabat manusia menjadi direndahkan, diperlakukan tidak manusiawi, penyiksaan yang menimbulkan luka fisik maupun mental... Itu benar-benar bukan sebuah hal yang sepele. Membaca berita-berita tentang isu perdagangan manusia ini membuat saya terenyuh, mengapa ada orang yang memperlakukan orang lain dengan tidak menjunjung nilai-nilai kemanusiaan? Saya membayangkan bagaimana perasaan keluarganya, bagaimana perasaan orang yang menjadi korbannya. Saya tahu saya tidak bisa merasakan seperti yang mereka rasakan, tapi inilah yang bisa kita lakukan: mari terus suarakan penolakan terhadap human trafficking di Indonesia, khususnya di NTT, karena manusia bukan barang, manusia adalah manusia sebagaimana hakikatnya. Mari terlibat aktif dengan menceritakan pada orang-orang terdekat kita, keluarga, sahabat, tetangga, juga kepada siapapun sehingga semakin banyak orang yang sadar, semakin banyak orang yang menolak human trafficking, semakin banyak orang yang lebih berhati-hati lagi terhadap modus perdagangan orang.
#StopBajualOrangNTT!
 
Bisa dibaca di sini

2 komentar:

  1. wah kaka, terimakasih :)
    salam #stopbajualorangNTT

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Ayu. :)
      salam #stopbajualorangNTT

      Hapus

Silahkan berkomentar, setelah membacanya.
Terima kasih