Yang Tersisa dari Hari Kelahiran Pancasila di Ende 2013

Juni 03, 2013 0 Comments A+ a-

Bagian 1
Pandangan Pribadi



Hari lahir pancasila merupakan sebuah hari bersejarah, dimana di hari itu kita memperingati sebuah landasan ideologi bagi bangsa kita. Landasan ini yang membuat negara itu merdeka dan tetap bersatu.

Sebuah momentum yang mestinya disadari dari dahulu oleh pemimpin bangsa bahwa ide yang muncul itu berasal dari Bung Karno. Beliau merenungkannya pada sebuah tempat di kota kecil yang tidak banyak diketahui orang. Kota itu bernama Ende (yang pada banyak literatur lama menulisnya ‘Endeh’). Dari Ende pemikiran tentang pancasila diilhami.
Atas dasar sejarah itu, maka Tahun 2013 ini, menjadi tahun revitalisasi sejarah. Bahwa sejarah pancasila sesungguhnya lahir di Ende pada saat Soekarno diasingkan di Sana. Dalam rangka memperingati hari lahirnya pancasila, sekaligus peresmian situs dan patung Bung Karno di Ende oleh Wapres Boediono, maka Ende mulai berbenah.
Semua rancangan kegiatan dan persiapan dari berbagai kalangan menjadikan kota kecil ini disibukan. Para PNS dan Anak SMA sibuk berlatih Tarian Tradisional Gawi, yang lain sibuk mempercantik wajah kota. Spanduk, baliho dan papan reklame lainnya terpasang di setiap sudut kota yang dianggap strategis. Hal lain yang turut bersumbangsih memeriahkan Kota ini ilaha kedatangan Kapal Angkatan Laut. Sejak kedatangan kapal itu, orang tumpah ruah di Dermaga Ende. Melihat dan memotret. Ada pula yang masuk untuk sekedar melihat-lihat isi dalam kapal itu.
“Baru kali ini ada kapal besar masuk”. Seorang Ibu di samping kiri saya berkomentar.
“Ini lebih besar dari Awu atau Wilis (maksudnya KM. Awu dan KM. Wilis-Pen)”. Yang satunya menambahkan.
Semuanya telah banyak memberikan dampak bagi masyarakat. Saya berharap hal ini akan berlanjut, sehingga ini bukan hanya sebuah kegiatan momentum, tapi kegiatan keberlanjutan untuk mengembangkan pariwisata dan perjalanan sejarah Kota Ende. 

Tulisan Terbaru

Sera Diri – Salah satu Tahap Perkawinan Tana Zozo.

Ilustrasi dari internet   “saya cintau dengan kau e…” “hmmm… gombal” “Tidak e. Serius” “kalo serius buktinya mana?” “bukti apa? Be...